Healthy Life, Good Life

January 22, 2007

Peer Pressure atau Desakan Teman

Filed under: Child Education — by myhealthylife @ 5:12 pm

Bagaimana membantu anak tetap teguh menghadapi pilihan-pilihan sosial yang sulit

From Spiritual Parenting Thought For the Week.

“Peer pressure” atau “Desakan Teman” merupakan salah satu frase yang menakutkan yang langsung membuat para orangtua berkeringat dingin. “Persaingan antar Saudara Kandung”, “Si-2-Tahun Yang Menjengkelkan”, dan “Si-Remaja Pemberontak” adalah frase-frase yang termasuk dalam kategori yang sama.

Cobalah lepaskan semua bayangan yang Anda miliki berkaitan dengan frase “Desakan Teman” tersebut. Hapuskan semua gambaran tentang sekelompok anak yang menakutkan, yang bersembunyi dan siap menjerat anak Anda dengan narkoba, sex dan musik keras. Yang benar adalah – dan ini didukung oleh penelitian – Anda jauh lebih penting dalam pembentukan nilai-nilai dalam diri anak daripada desakan teman yang sekuat apapun. Satu kebenaran lain adalah, di antara sesama anak, mereka saling mendesak temannya untuk tidak membolos, untuk mencoba masuk tim olahraga, saling berbagi buku pelajaran, ikut paduan suara sekolah, dan perilaku-perilaku positif lainnya.

Alihkan pikiran Anda ke arah bagaimana teman-temannya dapat menambah kemampuan anak Anda untuk membangun hubungan dengan orang lain, berbaik hati, tetap tegar menghadapi perlakuan yang menyakitkan, menyatakan pendapat, mendefinisikan dirinya sebagai suatu individu, belajar memaafkan, dan mengembangkan batasan-batasan yang sehat.

Memang, kadang-kadang teman-temannya bisa saja membujuk anak Anda untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak ingin mereka lakukan atau yang mereka tahu bahwa itu salah. Meskipun desakan seperti ini bersifat menantang, hal-hal ini merupakan kesempatan bagi anak Anda untuk belajar mempraktekkan apa yang mereka ketahui sebagai benar dan mempertahankan keyakinan mereka tersebut.

Terutama melalui temanlah seorang anak memperkuat kemampuannya untuk membangun hubungan dengan orang lain, dan kalau kita bisa menjaga komunikasi dengan anak tetap terbuka kita akan menjadi bagian dari proses eksplorasi tersebut.

Penting sekali bagi orangtua untuk menanamkan di dalam diri anak rasa memiliki terhadap keluarganya, agar mereka tidak haus mencari “hubungan” hanya melalui teman-temannya. Ketika dihadapkan dengan pilihan-pilihan sosial yang sulit – diundang ke pesta dimana mungkin mereka terdorong untuk mencoba minuman keras, dibujuk oleh teman untuk mencontek ketika ulangan, didorong untuk memusuhi seorang teman – perasaan bahwa ia adalah bagian dari sesuatu yang kuat, yakni keluarga dan keyakinan dalam keluarga, akan membantu anak mengambil pilihan keputusan yang tepat.

Berikut ini adalah cara-cara untuk menciptakan rasa ‘terhubung’ yang kuat dengan keluarga sehingga anak Anda mampu menjinakkan gelombang pengaruh sosial serta memperoleh pengalaman positif dalam hal desakan teman:

*Bicaralah pada Saya
Apabila suatu atmosfir komunikasi yang terbuka di dalam keluarga Anda telah tercipta sebelum anak Anda memasuki usia pra-remaja, ia akan merasa nyaman mendiskusikan hal-hal yang terkait dengan masa remajanya dengan Anda. Selain itu, apabila suatu waktu khusus untuk berkomunikasi telah terjalin di dalam irama kehidupan keluarga Anda – misalnya, jalan-jalan bersama di hari Sabtu, makan pagi bersama di hari Minggu, waktu-waktu makan malam sambil ngobrol, olahraga bersama, membuat mainan pesawat atau prakarya lainnya bersama-sama, membaca buku yang sama – ketika mereka beranjak remaja mereka akan sangat menantikan waktu-waktu kebersamaan seperti itu.

*Penghargaan terhadap Diri Sendiri
Beri kesempatan anak Anda untuk mempertahankan keyakinannya di dalam suasana aman di rumah sendiri. Adakan debat sambil makan malam, dengarkan pandangannya tentang suatu isu yang Anda sendiri mungkin tidak setuju, beri ia forum untuk mengekspresikan dirinya.

*Kelompok Positif
Dorong ia untuk ikut serta dalam kelompok-kelompok yang dibentuk untuk tujuan-tujuan positif, seperti kelompok pemuda gereja atau kuil, Pramuka, Kelompok Pelajar Anti-Menyetir-Dalam-Keadaan-Mabuk, dll.

*Komunikasi Rahasia untuk Waktu-waktu Sulit
Lakukan urun rembug (brainstorming) dengan anak Anda tentang apa yang perlu dilakukan ketika ia dihadapkan pada situasi yang sulit, misalnya sedang pesta di rumah temannya lalu pembicaraan mulai melenceng kotor, atau ketika orangtua temannya terlihat minum beberapa gelas minuman keras sebelum mengantarnya pulang. Minta ia untuk segera menelpon Anda dalam situasi demikian, dan sepakati suatu kode rahasia yang harus digunakan yang maksudnya adalah ia minta dijemput saat itu juga. Suatu keluarga, misalnya, menggunakan kode “Apakah Paddy baik-baik saja?” Paddy adalah anjing peliharaan mereka.

*Persahabatan sangat bermanfaat
Persahabatan dan pertemanan memberikan hubungan yang integral bagi anak-anak kita seperti halnya yang kita rasakan. Anak biasanya merasa nyaman meminta saran dan simpati dari temannya. Dengan cara “mencoba” nilai-nilai baru dan menguji gagasan mereka di kalangan kawan-kawannya, rasa takut diolok-olok dalam kelompok yang lebih besar akan berkurang. Beri dukungan pada persahabatan anak Anda, dan buatlah rumah Anda sebagai tempat dimana ia ingin membawa teman-temannya.

Adalah penting bahwa kita tidak menghakimi teman-temannya ataupun mengkritiknya di depan anak-anak kita. Hal itu akan membuat anak-anak menjadi defensif dan membuat anak kita terjepit di antara orang tua dan teman. Jangan menciptakan situasi dimana ia harus memilih.

*Keluarga kita memiliki keyakinan bahwa…
Ciptakan aturan hidup yang jelas bagi keluarga Anda. Hal itu harus dibentuk dan diartikulasikan sejak dini sehingga menjadi bagian dari identitias diri anak Anda.

*Beri dukungan pada Intuisi
Ingatkan anak tentang tuntunan dari dalam nuraninya. “Kompas” ini akan menuntunnya sepanjang hidupnya ketika ia menghadapi banyak keputusan dan pengaruh-pengaruh dari luar. Ketika ada ajakan “Ayolah kita semua akan melakukan..”, ia bisa berhenti sejenak dan memeriksa hati nuraninya sebelum melakukan sesuatu.

*Jadilah Orangtua yang Realistis
Ekspektasi yang terlalu tinggi akan menghancurkan anak Anda – mereka akan langsung menyerah. Jangan bebani anak dengan tujuan-tujuan yang tidak mungkin dicapai, atau mereka akan lari mencari tempat lain agar bisa diterima di antara orang-orang yang standarnya bisa mereka penuhi. Puji dan terima anak Anda, lelaki ataupun perempuan, saat ini, seperti apa adanya mereka hari ini.

*Tetap tenang
Jangan panik apabila anak Anda mencoba “membuka amplop nilai”. Jiwanya yang cantik belum berubah. Cobalah lebih keras untuk menciptakan hubungan dan keterkaitan yang lebih dekat lagi, bersikaplah terbuka dan jelas tentang apa pendapat Anda tentang perilakunya, tetapkan aturan yang jelas, tapi jangan bereaksi berlebihan.

Sumber: http://www.beliefnet.com

1 Comment »

  1. cheep checks

    Shoots assortment of cheep checks from supercooled nitrogen to superheated liquor.

    Trackback by cheep checks — June 7, 2007 @ 1:40 am |Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: